Senin, 25 Februari 2013

Hasil Akhir Quick Count Atau Hitung Cepat Pemilukada Jawa Barat 2013 Dari Berbagai Lembaga Survei

Inilah hasil pemilukada Jawa Barat Dari Berbagai Lembaga Survei:

Lingkaran Survei Indonesia:

Aher-Deddy 33.14%
Rieke-Teten 27.92%
Dede-Lex 25.23%
Irianto-Tatang 11.81%
Dikdik-Cecep 1.89%.

Indo Barometer:

Aher-Deddy 32.38%
Rieke-Teten 27.18%
Dede-Lex 26.09%
Irianto-Tatang 12.32%
Dikdik-Cecep 2.03%.

Litbang Kompas:

Aher-Deddy 31.57%
Rieke-Teten 28.91%
Dede-Lex 25.50%
Irianto-Tatang 12.28%
Dikdik-Cecep 1.73%.

SMRC :

Aher-Deddy 32.38%
Rieke-Teten 29.07%
Dede-Lex 24.71%
Irianto-Tatang 12.16%
Dikdik-Cecep 1.81%.

Lembaga Survei Indonesia:

Aher-Deddy 33.19%
Rieke-Teten 27.5%
Dede-Lex 25.43%
Irianto-Tatang 11.89%
Dikdik-Cecep 1.99%.


Hasil dari berbagai lembaga survei yang semuanya menunjukkan angka di
atas 30% untuk kemenangan Aher-Deddy, maka pemilukada pun hanya akan
terjadi satu putaran saja, tentu dengan catatan hasil real count dari
KPUD Jawa Barat pun menunjukkan angka di atas 30%.

Sabtu, 23 Februari 2013

Anas Urbaningrum Dijadikan Tersangka Oleh KPK.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhir Komisi Pemberantasan
Korupsi atau KPK menetapkan ketua umum Partai Demokrat Anas
Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang pada Jum'at malam 22
Februari 2013 kemarin.
Anas mulai dikait-kaìtkan dengan kasus Hambalang karena nyanyian
Nazarudin, kemudian berbagai peristiwa menarik mewarnai perjalanan
sebelum Anas dijadikan tersangka, di antaranya yang paling fenomenal
adalah pernyataan Anas yang siap digantung di Monas jika ia terbukti
korupsi satu rupiah saja dan bocornya Sprindik penetapan Anas sebagai
tersangka di KPK.

Dijadikannya Anas sebagai tersangka semakin mencoreng wajah partai
Demokrat setelah sebelumnya petinggi-petinggi partai Demokrat lainnya
juga bermasalah dengan KPK di antaranya adalah Nazarudin, Angelina
Sondakh dan Andi Malarangeng.