Jumat, 21 Maret 2014
Jangan Terkecoh Lembaga Survei
Lembaga survei dalam dunia politik mempunyai pengaruh cukup besar, lembaga ini biasanya melakukan survei elektabilitas dalam menghadapi sebuah pemilihan legislatif, presiden dan kepala daerah. Namun akhir-akhir ini Mulai terdengar berita tak sedap mengenai lembaga survei yang ada. Lembaga survei di Indonesia disinyalir menjadi lembaga survei bayaran untuk menggiring opini publik pada calon yang diinginkan oleh si pembayar, hmm.. jika benar ternyata lembaga survei tak jauh berbeda dengan media dalam menggiring opini publik. Hal ini tentu harus menjadi perhatian agar kita tidak mudah terkecoh oleh survei-survei yang dilakukan mereka, karena survei yang dilakukan tendensius dan tidak obyektif lagi.
Minggu, 02 Maret 2014
Pembentukan Opini Publik Oleh Media
Bentuk jamak dari kata media adalah medium yang berarti pertengahan, nah yang namanya pertengahan itu mestinya netral. Namun pada kenyataannya media-media malah menjadi alat propaganda dan lebih cenderung subyektif. Parahnya, masyarakat Indonesia itu cenderung malas dan tidak pernah mau bersusah payah untuk mencari kebenaran sejati atau meluangkan waktu untuk meneliti kebenaran informasi yang diterimanya. Hal ini tentu menjadi santapan empuk bagi jaringan media nasional berlabel raksasa/mainstream baik itu media cetak, media elektronik dan media online untuk membentuk opini publik demi kepentingan pribadi dan golongannya. Merekapun dengan secara masif, intensif dan sistematis menghujani masyarakat dengan berita-berita yang menyudutkan lawan politik atau ideologinya dan tentu saja yang menguntungkan pribadi, kelompok dan ideologinya. Bahkan media yang tadinya netralpun bisa saja dibayar oleh suatu kelompok untuk menggiring opini publik sesuai dengan pesanan.
Sebenarnya jika mau mencari informasi lebih dalam dan tidak mengambil dari satu sumber saja, maka tirai-tirai kebenaran akan terkuak. Kita perlu tahu juga siapa para pemilik media dengan warna politik dan ideologinya, sehingga kita akan tahu maksud dan tujuan dari pemberitaan yang diluncurkan ke publik.
"Wahai orang yang beriman! Jika orang fasik datang membawa berita padamu, maka hendaklah kamu selidiki(lebih dulu) supaya kamu jangan melakukan (tindakan) terhadap suatu golongan dengan ceroboh, nantinya kamu akan menyesal". (Surat Al-Hujurat ayat 6).
Langganan:
Postingan (Atom)

