Pada tanggal 17
Agustus 2011 ini,
usia bangsa ini telah mencapai 67 tahun, hm...Sudah
cukup tua juga ya Kalau diukur dari usia manusia.
Memang Indonesia
telah merdeka, tapi dalam mengisi
kemerdekaan ini
para penyelenggara
negara, baik itu
eksekutif, legislatif, yudikatif dan para elit politik lainya belum bersungguh-
sungguh,
kelihatanya
mereka masih
memikirkan
kepentingan diri
dan golongannya
daripada
rakyat dan
bangsanya.
Hal ini dapat dilihat dari seringnya
konflik antar elit
politik, korupsi yang makin parah, kebijakan
ekonomi yang tak memihak rakyat
kecil, kebijakan luar negri yang plinplan dan
ketergantungan
pada pihak asing, hingga negri tercinta ini
mudah didikte,
ditekan dan
diatur oleh pihak
asing tersebut.
Tentu saja yang
kena getah oleh hal tersebut diatas adalah rakyat.
Rakyatlah yang
harus menanggung
hutang luar negri,
rakyatlah yang
paling dirugikan
oleh para koruptor
dan banyak lagi hal-hal yang
menekan rakyat.
Inikah kemerdekaan?
banyak anak yang ga bisa sekolah karena biaya yang mahal, padahal
mereka hidup di negri yang merdeka yang seharusnya
menjamin hak
mereka bersekolah.
Inikah kemerdekaan itu?
Yang ku tahu
bangsa yang
merdeka adalah
bangsa yang bebas dari ketergantungan
dan tekanan bangsa lain, serta mengikis habis para koruptor yang
merupakan musuh dalam selimut atau virus yang
menggerogoti
eksistensi bangsa hingga menjadi
bangsa yang lemah.
67 tahun bangsa ini merdeka, namun masih belum menemukan jati
dirinya, kini saatnya semua elemen bangsa ini, meluruskan kembali arah
perjuangan bangsa pada momentum 17 Agustus ini, jadi
bukan cuma seremonial belaka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar